Chloe merupakan sebuah film percintaan yang jarang ada karena tidak seperti kebanyakan kisah percintaan yang bergenre comedy, Chloe menggabungkan genre Romance dengan thriller.
Wednesday, March 2, 2011
Sunday, February 27, 2011
83rd ACADEMY AWARD WINNERS LIST

Best Picture – “The King’s Speech” Iain Canning, Emile Sherman and Gareth Unwin, Producers
Seperti yang sudah saya katakan di review saya, The King's Speech memang layak memenangkan kategori Best Picture di Academy Award. Kekuatan drama dan kedalaman karakter adalah kelebihan utama dari film ini. Walau demikian, The Social Network dan Inception juga layak menang.
Saturday, February 26, 2011
THE AMERICAN [3.5 out of 5 Stars]

The American bukanlah film action thriller layaknya The Bourne Trilogy maupun aksi mata - mata penuh ledakan ala James Bond. Meski poster dan trailer-nya mencerminkan ciri - ciri film tersebut, namun kisah The American lebih ke arah kisah hidup seorang pembunuh bayaran profesional yang menarik untuk disimak.
Film dibuka dengan adegan di hamparan salju, di mana John (George Clooney) tengah diburu oleh pembunuh bayaran. Terjadi sedikit adegan aksi di sini. Mulai dari sini, sudah dapat dilihat bahwa sang kreator tidak menginginkan film ini menjadi film penuh adegan aksi. Adegan baku tembak yang terjadi sangat "tenang" dan tanpa diiringi musik. Setelah itu, John menembak mati pacarnya sendiri yang ternyata bukan siapa - siapa. Cerita kemudian berlanjut ketika John disuruh oleh atasannya pindah ke sebuah kota kecil untuk melaksanakan misi terakhirnya yang misterius. Di sana, John mengalami konflik batin. Ia jatuh cinta kepada seorang wanita namun di sisi lain, ia mengerti bahwa pekerjaannya menuntut agar ia tak menjalin hubungan pertemanan karena tidak ada yang bisa dipercayainya.
Alur cerita yang disajikan memang cukup sederhana, namun orisinil. Diangkat dari novel berjudul "A Very Private Gentleman", The American sepenuhnya terfokus pada karakter John yang sangat paranoid dan penuh konflik batin, oleh karena itulah kita tidak akan mengetahui dengan perusahaan apa si John bekerja, siapa sebenarnya dia, mengapa ia diburu para pembunuh, dan lain sebagainya. Sebagai gantinya kita bisa mengetahui liku - liku kehidupan seorang pembunuh bayaran dan betapa tidak enaknya menjadi pembunuh. Dengan pace yang lembut, perkembangan karakter John di film ini sangat kuat dan berhasil mengundang simpati berkat akting cemerlang George Clooney. Kisah cinta antara John dengan Clara juga menarik untuk disimak dan juga menjadi nilai plus dari film ini.
Salah satu yang bisa disebut kekurangan dari film ini adalah sangat minimnya adegan aksi. Namun sang sutradara dengan cerdas membuat film ini bernuansa noir dan membuat para penonton merasa was - was seperti yang dirasakan John. Hampir sepanjang film, kita akan disuguhkan adegan di mana John yang sangat paranoid mengawasi sekitarnya kalau - kalau ada orang yang mencurigakan. Dengan beberapa jump scene yang tak terduga berkat cinematography yang indah dan minimnya musik, si sutradara berhasil membuat penontonnya ikut waspada seperti layaknya karakter John hingga film berakhir dengan ending yang cukup mengejutkan.
Overall, The American adalah film yang menarik untuk disimak karena cukup jarang film yang menceritakan kisah hidup seorang pembunuh bayaran. Namun, dengan alur cerita yang sederhana, penuh dialog dan gaya film yang artistik, The American tidak saya rekomendasikan pada penonton yang mencari hiburan, karena film ini justru akan membuat anda makin jenuh.
Score : 3.5 / 5.
Tuesday, February 22, 2011
MY SOUL TO TAKE [1.5 stars out of 5]

Sungguh tak menyangka apabila "My Soul to Take" ini digarap oleh sutradara sekaligus penulis, Wes Craven, yang tidak lain adalah salah satu master of Horror yang berhasil menelurkan franchise "Nightmare on Elm Street" yang menggegerkan dunia perfilman pada era 80-an lalu dan franchise "Scream" yang menjadi standard film slasher pada masanya.
My Soul to Take bukan seperti Cars-nya Pixar yang bagus walau bagusnya paling jelek di antara karya Pixar lainnya (mengerti maksud saya? :P), namun merupakan film Horror yang dibuat dengan asal - asalan dan merupakan karya terburuk Wes Craven.
Kelemahan utama dari film ini adalah jalan ceritanya yang benar - benar amburadul dan tidak masuk akal. Plot-nya yang mengalir terasa sangat datar dan begitu - begitu saja tanpa ada pengembangan. Saya pun sempat berharap agar ending film ini menampilkan twist hebat yang paling tidak bisa menutupi kekurangan film ini. Dan nyatanya, harapan tersebut langsung sirna karena ending My Soul to Take benar - benar bodoh dan semakin menjatuhkan film ini karena memunculkan banyak pertanyaan dan plot hole yang menganga lebar.
Selain cerita, kengerian film ini juga tidak mencekam dan tidak ada "jump scene" sama sekali. Hal ini cukup mengejutkan mengingat film - film Wes Craven terdahulu cukup mengerikan dan penuh adegan mengejutkan. Apakah vakum selama 5 tahun menurunkan kemampuannya dalam menggarap film Horror?
Para bintang yang bermain di film ini juga tampak lesu seperti sutradaranya sendiri. Akting mereka buruk dan datar. Bahkan untuk berekspresi sekalipun tampaknya mereka ragu - ragu. Belum lagi film ini kemudian di-convert dalam bentuk 3D yang katanya berkualitas sangat payah.
Overall, My Soul to Take adalah film horror yang buruk. Film ini sebenarnya memiliki ide cerita yang menarik (pembunuh dengan 2 kepribadian). Namun, sayang, eksekusi di naskah dan di film kurang baik. Meski banyak film horror yang jauh lebih buruk dari My Soul to Take, tetapi ekspetasi yang dipasang orang - orang begitu tinggi mengingat Wes Craven adalah salah seorang legenda film horror Hollywood. Sehingga ketika film ini rilis di pasaran, banyak yang sangat kecewa dengan film ini, terutama para penggemar horror dan Wes Craven, yang ujung - ujungnya membuat film ini jeblok di tangga box office. Bahkan untuk balik modal saja susah padahal budgetnya hanya $25 million.
Score : 1.5 out of 5 stars
Not Recommended.
Movie trailer : http://www.youtube.com/watch?v=it_wM9jnz5Q
Thursday, February 17, 2011
THE KING'S SPEECH review [5 stars out of 5]

Sejak pembukaan film pada menit pertama, di mana King George VI (Colin Firth) yang gagap bicara sedang memberikan pidato di depan umum, film ini sudah menunjukkan kehebatannya. Selain akting cemerlang dari Colin Firth, Helena Bonham Carter (Alice in Wonderland, Sweeney Todd) yang berperan sebagai istrinya serta Geoffrey Rush (PotC saga) yang berperan sebagai ahli terapis bagi penderita gagap bicara, juga tidak kalah hebatnya. Mereka bertiga seakan - akan merupakan tim aktor idaman papan atas yang berhasil menciptakan sebuah chemistry antar karakter yang luar biasa dan sebuah pertunjukan akting kelas atas dengan aksen inggris yang kental. Belum lagi cameo dari Michael Gambon a.k.a Albus Dumbledore sebagai King George V, membuat film ini makin berkelas.
Selain akting yang memukau, film ini juga mengalir dengan "lembut" alias tidak tergesa - gesa. Semua kejadian berhasil diceritakan dengan pace yang pas dalam durasi selama 2 jam. Hal ini berkat penulisan naskah yang cerdas dan arahan dari Tom Hooper, sang sutradara, yang menterjemahkan naskah menjadi adegan - adegan yang diambil dengan angle unik. Belum lagi perkembangan tiap karakter dan hubungan antar Raja dengan rakyat jelata yang digali sangat dalam, membuat film ini sama sekali tidak membosankan meski dibalut dengan cerita yang sederhana dan sukses membuat saya mengemis - ngemis agar durasi film ini lebih panjang lagi.
Musik yang mengiringi adegan - adegan dalam film ini juga sangat enak didengar dan bukan hanya memberi kesan klasik saja namun juga membangun nuansa magic, yang menurut saya sangat pas karena film ini menceritakan tentang perjuangan seorang raja gagap bicara untuk bisa berbicara lancar di depan rakyatnya.
Overall, The King's Speech adalah sebuah masterpiece yang nyaris sempurna dan langsung menjadi salah satu film favorit saya. Meski demikian, saya cukup prihatin dengan orang di sebelah saya yang tertidur pulas dan seorang wanita yang keluar dari bioskop di tengah - tengah pertunjukan film. Dari kejadian ini, bisa saya simpulkan bahwa The King's Speech bukanlah film untuk semua orang dan tidak akan bertahan lama di bioskop tanah air. Meski sangat menarik, sesuai judulnya, film ini penuh dengan dialog tanpa adegan aksi sedetik pun.
Total Score : 5/5 - HIGHLY RECOMMENDED
Movie Trailer :
Saturday, February 12, 2011
About my New Blog
Well, yang pertama.. Blog saya yang baru ini akan menggunakan Bahasa Indonesia. Karena, terus terang saja, saya cukup kesulitan menggunakan bahasa inggris karena takut salah grammar atau sejenisnya.
Kedua, Blog ini memiliki konsep yang berbeda dengan blog saya sebelumnya. Jika blog film saya yang terdahulu isinya campur aduk antara news dan reviews, maka blog yang kali ini khusus berisi review - review film yang kutonton di bioskop dan mungkin beberapa film yang saya tonton di DVD karena belum atau tidak masuk bioskop.
Yang ketiga, dan yang terpenting, saya menulis review tentang film di blog ini adalah sebagai sebuah HOBI dan berdasarkan pendapat saya sendiri dan apabila ada persamaan antara isi maupun score dengan review - review dengan website lain, jangan langsung menuduh bahwa saya melakukan penjiplakan ataupun terpengaruh. Sebab, banyak sekali review - review yang bertebaran di internet baik yang ditulis kritikus maupun para penonton awam, memiliki kemiripan dan kesamaan pendapat mengenai film tersebut. Jadi, tolong jangan seenaknya menuduh.
Yang keempat, saya adalah (bukannya mau nyombong) seorang movie freak. Saya memandang sebuah film bukan hanya sebagai penghibur belaka, melainkan sebuah karya seni tingkat tinggi yang menurut saya, melibatkan seluruh bidang kesenian dan bahkan bisa dibilang hampir semua lapangan pekerjaan yang ada di dunia ini. Saya juga sangat peduli dengan bagaimana sang sutradara mengatur para pemainnya, akting para bintangnya, kestabilan pace, dialog, naskah, plot, musik, cinematography, setting, apakah film tersebut sesuai dengan genre-nya ataupun sesuai dengan apa-yang-dikehendaki pihak studio (bisa dilihat dari trailer maupun posternya). Jadi, harap dimaklumi apabila beberapa film yang sangat menghibur dan penuh visual effects dahsyat namun mendapat review negatif dari saya.
Yang kelima : Selamat Membaca! :D
Subscribe to:
Posts (Atom)